Sabtu, 28 April 2012

Manusia Dan Penderitaan


Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan likuliku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitan psikis, penyembuhannya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikik yang dihadapinya.
Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akiabat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk frustasi antara lain :
1. Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. SIkap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain.

Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan
Menurut ilmu filsafat seni manusia adalah makhluk pemuja keindahan. lewat panca indera manusia dapatmenikmati keindahan dan setiap saat tak dapat berpisah dengannya, serta  berupaya untuk dapat menikmatinyadalam waktu yang lama. Kalau tidak dapat memperolehnya manusia mencari kian kemari agar dapat menemukan dan memuaskan rasa dahaga akan keindahan.
Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan.

Hakekat dari Keindahan
Keindahan adalah susunlah kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti luas menurut para ahli, yaitu :
·         Menurut The Liang Gie keindahan adalah ide kebaikan
·         Menurut Pluto watak yang indah dan hukum yang indah
·         Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni
Yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.


3. Keindahan dalam arti terbatas
Yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna
Cinta sangat kuat sekali dalam membangkitkan daya kreativitas para seniman unutk menciptakan keindahan bagi para seniman untuk menciptakan keindahan bagi para seniman kreativitas itu hipotesisnya abstrak. Seperti yang dikemukakan oleh Keatas keindahan adalah konsep yang baru dapat berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Konsep itu sendiri abstrak dan kabur dia ada akan tetapi tidak dapat berbicara dengan seniman sebelum ada imajinasi yang menghubungkan seniman itu dengan konsepnya sendiri setelah konsepnya terbentuk, barulah konsep keindahan seniman berdialog dengan pembaca, seperti gesang pada waktu bermain-main di Bangawan Solo ia heran sungai yang airnya tak seberapa itu pada waktu banjir sangat mengerikan orang yang melihatnya ia merenung ia memperoleh konsep keindahan setelah konsep itu diberi bentuk ialah lagu “Bengawan Solo” maka barulah dapat berkomunikasi
Dalam proses jiwa seniman pada waktu merenung dalam rangka menciptakan keindahan menurut Koats selalu diliputi rasa ragu-ragu, takut ketidak tentuan, misterius (negative capability), justru seniman yang tidak memiliki kemampuan negative tidak mampu menciptakan keindahan, kemampuan negative ini identik dengan proses mencari (ialah mencari keindahan) karena yang bersangkutan merasa belum puas atas keindahan yang telah diciptakannya.
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari suatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi : seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin.
Seorang filosuf bernama Jac Ques Maritain mengatakan bahwa seni itu memberi kesempatan yang mustahil kepada manusia untuk berpacu dengan kontemplasi, yang akan menghasilkan suatu kegembiraan spiritual yang malampaui batas setiap jenis kegembiraan yang lain.

Keindahan adalah identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.

Ada dua nilai terpenting dalam keindahan

1.   Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2.   Nilai intrinsik adalah sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut, contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

1.   Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu subjektif adanya yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri. Barangkali pernah juga kita dengar pepatah “Des Gustibus Non Est Disputandum” selera keindahan tak bisa diperdebatkan.
2.   Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek, artinya seekor kupu-kupu memang lebih indah dari pada seekor lalat hijau.
3.   Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi. Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan.

H. C Wyatt meneliti alasan-alasan yang biasa diberikan orang apabila mereka mengatakan sesuatu itu indah, dan ia menemukan bahwa banyak sekali orang menganggap sesuatu itu indah karena menyebabkan ia bersosialisasi pada suatu yang pernah mengharukannya dahulu, harapan-harapannya dan seterusnya. Ia menganggap alasan-alasan ini sebagai alasan-alasan non estetika.




ArgumenTasi :
Pendapat saya mengenai hubungan antara manusia dan keindahan yaitu pada dasarnya keindahan yang dapat dirasakan setiap manusia berbeda-beda tergantung dari cara pandangan manusia tersebut akan suatu hal yang dapat membuatnya merasa tentram dan nyaman. hal yang membuat pandangan dari masing-masing manusia berbeda-beda yakni kadar pengetahuan manusia itu sendiri akan nilai estetika dan nilai seni artistiknya. karena perbedaan inilah penilaian seseorang akan suatu karya seni ataupun pemandangan dapat berbeda-beda.
semakin tinggi nilai estetik dan nilai artistiknya yang dimiliki oleh seseorang maka akan semakin tinggi pula standar orang tersebut mengenai kata indah atau keindahan dari suatu pemandangan maupun karya seni yang dilihatnya. wujud nyata yang memperlihatkan perbedaan ini ialah ketika seseorang dengan pengetahuan estetik yang rendah bertemu dengan orang yang memiliki pandangan estetika yang tinggi dan keduanya diminta untuk menilai suatu karya seni maka orang dengan kadar pengetahuan estetik yang rendah akan dengan cepat memutuskan bahwa karya tersebut sangat indah, tetapi seseorang dengan kadar pengetahuan estetik yang tinggi belum tentu mengatakan hal itu indah, karena seseorang yang demikian relatif memiliki standar akan suatu keindahan yang tinggi dan suatu keindahan yang ada di dunia ini adalah semuanya ciptaan allah.swt yang tidak dapat kita buat secara tangan manusia kecuali manusia tersebut mempunyai dan memahami suatu nilai-nilai artistik dan nilai estetikanya .


Rabu, 28 Maret 2012

Manusia dan Cinta Kasih

Cinta adalah emosi yang kuat sayang dan pribadi lampiran . [1] Cinta juga merupakan kebajikan yang mewakili semua manusia kebaikan , belas kasih , dan kasih sayang;. dan "perhatian setia dan murah hati tidak mementingkan diri demi kebaikan yang lain" [2] Cinta mungkin juga digambarkan sebagai tindakan terhadap orang lain atau diri sendiri berdasarkan kasih sayang, atau sebagai tindakan terhadap orang lain berdasarkan kasih sayang. [3]
Dalam bahasa Inggris, cinta mengacu pada berbagai perasaan yang berbeda, negara, dan sikap, mulai dari kesenangan ("Aku mencintai makanan yang") untukatraksi interpersonal ("Saya mencintai pasangan saya"). "Cinta" dapat merujuk secara khusus untuk keinginan yang penuh gairah dan keintiman cinta romantis , dengan cinta seksual eros , untuk kedekatan emosional dari keluarga cinta, dengan cinta platonis yang mendefinisikan persahabatan , [4] atau ke mendalam kesatuanatau pengabdian cinta agama . [5] Ini keragaman dan menggunakan arti, digabungkan dengan kompleksitas dari perasaan yang terlibat, menjadikan cinta luar biasa sulit untuk mendefinisikan secara konsisten, dibandingkan dengan negara lainnya emosional.
Kasih dalam berbagai bentuk tindakan sebagai fasilitator utama hubungan interpersonal dan, karena pentingnya dengan pusat psikologis, adalah salah satu tema paling umum dalam seni kreatif .

-      Cinta persaudaraan merupakan rasa cinta atau rasa mengkasih sayangi antara saudara sendiri atau saudara yang lainnya.agar kita bisa dapat menghargai sesama manusia dan sesama makhluk tuhan yang maha esa
-      Cinta kepada tuhan adalah rasa cinta kepada tuhan yang maha esa sebagai pencipta seluruh dengan cara kita beribadah kepadanya,menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangannya dan saling menghargai antara sesama makhluk hidup ciptaaan tuhan yang maha esa.
-      Cinta erotis adalah rasa cinta yang menggebu-gebu atau rasa hasrat yang besar untuk mencintai seseorang agar seseorang itu dapat kita miliki,biasanya rasa cinta erotis ini di rasakan oleh orang-orang yang sedang bermesraan.
-      Cinta kepada diri sendiri merupakan rasa cinta yang tidak ingin melukai dan menyakiti diri sendiri dengan apapun caranya,dia hanya sayang oleh dirinya sendiri agar bisa bertahan hidup.

AKULTURASI KEBUDAYAAN

AKULTURASI KEBUDAYAAN

Akulturasi adalah proses dimana sikap dan / atau perilaku orang-orang dari satu budaya yang dimodifikasi sebagai hasil dari kontak dengan budaya yang berbeda. Akulturasi menyiratkan pengaruh timbal balik di mana unsur-unsur dua budaya berbaur dan bergabung. Telah dihipotesiskan bahwa agar akulturasi terjadi, beberapa persamaan budaya relatif harus ada antara memberi dan budaya yang menerima.Sebaliknya, asimilasi adalah proses penyerapan budaya kelompok minoritas ke dalam tubuh budaya utama. Dalam asimilasi, kecenderungannya adalah untuk kelompok budaya yang berkuasa untuk menegakkan penerapan nilai-nilai mereka daripada campuran nilai. Dari sudut pandang praktis mungkin sulit untuk membedakan antara akulturasi dan asimilasi, karena sulit untuk menilai apakah orang bebas atau tidak bebas untuk memilih satu atau aspek lain dari budaya."Identitas etnis" istilah kadang-kadang digunakan dalam hubungan dengan akulturasi, tetapi dua hal harus dibedakan. Konsep akulturasi penawaran luas dengan perubahan sikap budaya antara dua budaya yang berbeda. Fokusnya adalah pada kelompok bukan individu, dan bagaimana minoritas atau kelompok imigran berhubungan dengan masyarakat dominan atau host. Identitas etnis dapat dianggap sebagai satu aspek dari akulturasi di mana kekhawatiran dengan individu dan bagaimana mereka berhubungan dengan kelompok mereka sendiri sebagai subkelompok masyarakat yang lebih luas.
Akulturasi adalah konsep yang kompleks, dan dua model yang berbeda telah membimbing definisi: model linier dan model dua dimensi. Model linier didasarkan pada asumsi bahwa identitas etnis yang kuat tidak mungkin di antara mereka yang terlibat dalam masyarakat arus utama dan akulturasi yang pasti disertai oleh melemahnya identitas etnis. Atau, model dua dimensi menunjukkan bahwa baik hubungan dengan budaya tradisional atau etnis dan hubungan dengan budaya baru atau dominan memainkan peran penting dalam proses. Dengan menggunakan model dua dimensi, JW Berry telah menyarankan bahwa ada empat kemungkinan hasil dari proses akulturasi: asimilasi (gerakan menuju budaya yang dominan), integrasi (sintesis dari dua budaya), penolakan (penegasan kembali budaya tradisional), atau marjinalisasi (keterasingan dari kedua budaya). Demikian pula, Sodowsky dan Plake telah menetapkan tiga dimensi akulturasi: asimilasi, bikulturalisme (kemampuan untuk hidup di dua dunia, dengan penolakan tidak), dan ketaatan terhadap tradisionalitas (penolakan dari budaya dominan).
The "akulturasi" istilah pertama kali digunakan dalam antropologi pada akhir 1800. Awal studi ditangani dengan pola di Indian-Spanyol asimilasi dan akulturasi di Amerika Tengah dan Selatan, konsekuensi dari kontak antara suku-suku asli Amerika dan kulit putih, dan studi budaya Haiti sebagai turunan dari Afrika Barat dan pola Perancis. Semakin pentingnya akulturasi telah diakui dalam ilmu sosial, sosiologi, psikologi, epidemiologi, dan kesehatan masyarakat.
Akulturasi merupakan perpaduan 2 budaya dimana kedua unsur kebudayaan bertemu dapat hidup berdampingan dan saling mengisi serta tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut. Contohnya adalah akulturasi kebudayaan Hindu-Budha. Pengaruh kebudayaan Hindu hanya bersifat melengkapi kebudayaan yang telah ada di Indonesia. Perpaduan budaya Hindu-Budha melahirkan akulturasi yang masih terpelihara sampai sekarang. Akulturasi tersebut merupakan hasil dari proses pengolahan kebudayaan asing sesuai dengan kebudayaan Indonesia.Berbeda dengan asimilasi dan sintesis. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
      
       Penyebab akulturasi dapat beraneka ragam, antara lain yaitu :


1.        1. Bertambahnya dan berkurangnya jumlah penduduk yamg ada di setiap negara 
2.         Adanya revolusi yang terlalu cepat
3.         Masalah yang timbul antar masyarakat 
4.         Adanya perubahan alam atau siklus
5.        Adanya peperangan
6.        Adanya pengaruh budaya dari kebudayaan asing atau luar.

     


Hasil dari akulturasi Hindu-Budha dalam beberapa bidang :

1.      1.  Bidang Sosial
Setelah masuknya agama Hindu terjadi perubahan dalam tatanan sosial masyarakat Indonesia. Hal ini tampak dengan dikenalnya pembagian masyarakat atas kasta.
2.      2.  Bidang Ekonomi
Dalam ekonomi tidak begitu besar pengaruhnya pada masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah mengenal pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia.
3.      3.  Sistem Pemerintahan
Sebelum masuknya Hindu-Budha di Indonesia dikenal sistem pemerintahan oleh kepala suku yang dipilih karena memiliki kelebihan tertentu jika dibandingkan anggota kelompok lainnya. Ketika pengaruh Hindu-Budha masuk maka berdiri Kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang berkuasa secara turun-temurun. Raja dianggap sebagai keturunan dari dewa yang memiliki kekuatan, dihormati, dan dipuja. Sehingga memperkuat kedudukannya untuk memerintah wilayah kerajaan secara turun temurun. Serta meninggalkan sistem pemerintahan kepala suku.
4.  Bidang Pendidikan
Masuknya Hindu-Budha juga mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan. Sebab sebelumnya masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan. Namun dengan masuknya Hindu-Budha, sebagian masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis, dan masih banyak lagi.

Contoh lain hasil akulturasi yang masuk ke Indonesia adalah :
1.          Angpaw (Negeri Cina) 
2.          Hallowen (Eropa) 
3.          Thanks Giving (Eropa) 
4.          Valentine (Eropa)
5.        Dll


TIPOLOGI MANUSIA MENURUT CLADIUS GALLENUS

Tipologi Manusia adalah pengetahuan bertujuan untuk menggolong-golongkan manusia atas dasar kepribadian. Banyak cara untuk membedakan kepribadian seseorang, salah satunya menggunakan prinsip Claudius Gallenus.
Berikut adalah tipologi manusia menurut Claudius Gallenus:
1.  SANGUINIKUS ( Orang yang mempunyai banyak darah / sangai dalam tubuhnya)
Perasaan Dasar : Riang, Optimis, mudah menyesuaikan diri, perasaan tidak setabil, kurang konsekuen, dan reaksinya tidak di pikir dalam-dalam.

2.  MELANKHORIKUS  ( Memiliki banyak empedu hitam / melanchole )
Perasaan Dasar : Sedih, ketakutan, hati – hati dalam tindakan, konsekuen, dan stabil jiwanya.

3. KHOLERIKUS : ( Dalam tubuhnya terdapat banyak empedu kuning – kuning )
Perasaan Dasar : Kurang puas, gelisah, emosional, exspolosi, perasaanya hebat dan kuat kesukaran di atasi dengan energi yang brlebihan.

4. FLEGMATIKUS : ( Di dalam tubuhnya banyak lendir / flegma )
Perasaan Dasar : Tenang, netral, tidak mudah emosional, tidak mudah terharu, pasif, menjumukan dan bersifat konservatif.
Dari penjabaran di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa saya lebih condong dengan tipe SANGAUINIKUS. Saya selalu merasa senang dan enjoy pada setiap kegiatan yang saya lakukan dengan di dorong rasa optimis dan percaya diri. Karena perasaan optimis yang tinggi inilah yang akan membuat mood saya sering berubah, terlebih lagi jika harapan saya tersebut tidak tercapai. Saya juga suka terlalu cepat untuk memutuskan suatu hal, dan mengakibatkan keputusan saya ini, saya di anggap kurang konsekuen akan itu.saya merasa bahwa kepribadian saya termasuk ke dalam tipe flegmatikus karena banyak orang yang menilai saya sebagai sosok yang pendiam, pasif, netral, dsb. Selain tidak mudah dan tidak peka dengan lingkungan baru, saya juga mempunyai sifat yang sangat memiliki harapan dan keinginan-keinginan yang tinggi sehingga apa yang saya inginkan pasti akan saya usahakan untuk mencapainya.